CLOCK INDONESIA

Minggu, 04 Oktober 2015

Tugas Statistik UEU 2


PENYAJIAN DATA

A.Pengertian Penyajian Data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Data yang disajikan harus sederhanaan jelas agar mudau dibaca.Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamatd dapat dengan  mudah memahami apa yang kita ajikan untuk
A.Pengertian Penyajian Data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan.Data yang disajikan harus sederhanaan jelas agar mudau dibaca.Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamatd dapat dengan  mudah memahami apa yang kita ajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan dan lain lain.
B.Jenis Jenis Cara Penyajian Data
1.Penyajian Data Dalam Bentuk  Tulisan (Textular Presentation)
            Penyajian dalan bentuk tulisan sebenarnya merupakan gambaram umum tentang kesimpulan hasil pengamatan.Dalam bidang kedokteran,penyajian dalm bentuk tulisan hanya digunakan untuk memberikan informasi.
            Penyajian dalam bentuk tulisan banyak digunakan dalam bidang sosial,ekonomi,pssikologi dan lain laindan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif.Misalnya,untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk yang telah dipasarkan atau penerimaan,pendapat serta kepercayaan masyarakat terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan pada manyarakat atau keberadaan petugas kesehatan yang terdapat didaerah.

Contoh
Seorang direktur sebuah rumah sakit memberikan informasi tentang kondisi rumah sakit yang dipimpinnya.
“Penderita yang menjalani rawat inap dirumah sakit ini jumlahnya meningkat dari tahun ketahun hingga tidak tertampung dan sebagian besar terdapat dibagian penyakit dalam.Dengan semakin banyak penderita yang menjalani rawat inap menunjukkan bahwa pelayanan yang kita berikan sudah cukup memadai.Yang masih harus kita tingkatkan adalah penambahan gedung dan sarana ynag dibutuhkan seperti tempat tidur,terutam dibagian penyakit  dalam”
2.Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel (Table Persentation)
            Penyajian dalam bentuk tabel merupakan penyajian data dalam bentuk angka yang disusun secara teratur dalam bentuk kolom dan baris.Penyajian dalam bentuk tebel banyak digunakan pada penuilsan laporan hasil penelitian dengan maksud agar orang mudah memperoleh gambaran rinci tentang hasil penelitian yang telah dilakukan.Suatu tabel yang lengkap terdiri dari :
-Nomor tabel
Bila tabel yang disajikan lebih dari satu makna hendaknya diberi nomor agar mudah untuk mencari kembali bila dibutukan.Nomor tebel biasanya ditempatkan diatas sebelah kiri sejajar denga judul tabel.
-Judul Tabel
Setiap tabel yang disajikan harus diberikn judul karena dari judul tabel orang dapat mengetahui tentang apa yang disajikan.
-Catatan Pendahuluan
Catatan pendahuluan biasanya diletakkan dibawah judul dan berfungsi sebagai keterangan tambahan tentang tahun pembuatan tabel atau jumlah pengamatam yang dilakukan.
-Badan Tabel
Badan atbel terdiri dari judul kolom,judul baris,judul kompartemen dan sel.
-Catatan kaki
Catatan kaki dimaksudkan untuk memberi keterangan terhadap singkatan atau ukuran yang digunakan.Bisanya dengan member tanda yang sesuai dengan tanda yang terdapat dikanan atas singkatan yang digunakan.Tanda yang biasanya dapat berupa  *x dan lain lain.Catatan kaki diletakkan dibawah kiri tabel.
-Sumber Data
Sumber data diletakan dibagian kiri bawah(dibawah catatan kaki),sumber ini mempunyai arti penting bila data yang sajikan berupa data sekunder.






Contoh
Judul tabel
Catatan pendahuluan
Judul Kompartemen
Judul
Jumlah










Catatan kaki    :
Sumber            :
Jenis Jenis Tabel
*      Berdasarkan fungsinya
1.Tabel Sinopsis
Tabel ini berisi semua variable yang akan dikumpulkan dan ditulis dalam koloman baris dengan urutan yang sama.Contoh:
Variabel Variabel dalm suatu penelitian yang akan dikumpulkan adalah sbk:
-Tingkat pendidikan
-Jenis pekerjaan
-Jumlah anak
-Pertolongan persalinan
Tabel sinobsis

1
2
3
4
1




2




3




4





2.Tabel Induk
            Tabel ini berfungsi sebagai referensi.Oleh karena itu,tabel induk sering disebut tabel referensi yang dapat diambil sebagian dan disisipkan dalam laporan penulisan laporan.Pada tabel induk terddapat semua variable yang dikumpulkan.
Tabel Induk
Golongan
umur
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Pendidikan
Dsb
Pria
Wanita
Buruh
Tani
Dagang
SD
SMP
SMU










Jumlah










3.Tabel Teks
Tabel teks adalah tabel yang menggambarkan beberapa variable secara rinci.Tabel ini berguna untuk mengadakan pembahasan lebih mendalam terhadap hasil penelitian,mengadakan perbandingan antar variable atau untuk memberikan gambaran tentang adanya hubungan antara dua variable.
Tabel Teks
Tingkat
Pendidikan
Jenis Pekerjaan
Buruh
Tani
Dagang
Pengusaha
Tidak sekolah
SD
SMP
SMU
Perguruan Tinggi
Lain Lain




Jumlah





4.Tabel Kontigensi
            Tabel kontigensi Disusun berdasarkan banyaknya baris dan kolom.Tabel ini disajikan untuk memberikan gambaran hasil penelitian.Tabel ini juga banyak digunakan dalam perhitungan statistic inferensial untuk pengujian hipotesis.
Contoh.
Tabel 2 x 2
Tabel 2 x 3
*      Berdasarkan Penyusunan Judul Baris
1.Penyusunan Judul Baris menurut abjad
            Tabel yang disusun menurut abjad dimaksudkan untuk memudahkan pencarian kembali tabbel yang dibutuhkan.Oleh karena itu,tabel ini banyak terdapat paa tabel induk.
2.Penyusunan Judul Baris Menurut Geografis
            Tabel ini bertujuan untuk mengetahui keadaan berbagai daerah .Oleh karena itu, tabel yang disusun menurut geografis banyak dikeluarkan oleh instansi pemerintah seperti:Biro Pusat Statistik.
3.Penyusunan Tabel Berdasarkaan Perkembang Waktu
            Tabel ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi bersamaan berjalannya waktu.Perkembangan tersebut dapat berupa perubahan alami atau perubahan yang disebabkan oleh intervensi manusia.
Contoh: Jumlah akseptor KB didaerah A 1990 -1994
Tahun
Jumlah akseptor
1990
1991
1992
1993
1994
245
267
578
498
324
Jumlah
2.012

4.Penyusunan Tabel Berdasarkan Besarnya Angka
            Penyusunan angka dapat dilakukan dari angka terkecil sampai angka terbesar atau sebaliknya.
Contoh Distribusi Penyakit Menurut Jenis Kelamin
Jenis Penyakit
Jumlah
Jenis Kelamin
Pria
Wanita
Saluran napas
Saluran pencernaan
Penyakit kulit
Penyakit mata
825
730
245
100
415
400
200
85
410
330
54
15
Jumlah
2089
1260
829
           
5.Penyusunan Berdasarkan Kelaziman
Penyusunan tabel ini didasarkan pada kelaziman.Oleh karena itu tidak terdapat ketentuan yang baku.
6.Penyusunan Berdasarkan Tingkatan
            Misalnya,penyusunan tingkat pendidikan diawali dari pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi.


3.Penyajian Data DalamBentuk Grafik ( Grafical Or Diagram Presentation)
Grafik merupakan salah satu bentuk penyajian data statistik yang banyak dilakukan dalam berbagai bidang,termasuk bidang kedokteran karna penyajian dalam bentuk grafik lebih menarik dan mudah dipahami.
·         Manfaat Grafik
Penyajian dalam bentuk grafik bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut:
Ø  Membandingkan beberapa variable,beberapa kategori dalam variable atau satu variable pada  waktu dan tempat yang berbeda.
Ø  Meramalkan perubahan yang terjadi dengan berjalan nya waktu ( time series )
Ø  Mengetahui adanya hubungan dua variable atau lebih.
Ø  Memberikan penerangan pada masyarakat.

·         Macam Macam Grafik
1.Grafik Batang (Bar diagram)
Yang dimaksud grafik batang adalah grafik yang berbentuk batang yang penilaiannya dilakukan berdasarkan tinggi batang.Grafik batang dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan beberapa variable dalam waktu dan tempat yang sama atau satu variable dalam waktu dan tempat yang berbeda.


-Histogram
Histogram merupakan grafik batang yang disusun secara teratur dan berimpitan satu dengan yang lainnya tanpa ruang antara.Grafik ini diperoleh dari data kuantitatif yang kontinu dalam bentuk distribussi frekuensi.



-Poligon
            Bila titik titik tengah dari batang ddalam histogram dihubungkan sattu dengan yang lainnya akan menghasilan frekuensi histogram.

2.Grafik Lingkaran
Grafik lingkaran merupakan grafik yang disajikan dalam bentuk lingkaran. Lingkaran dapat digambar dalam 3 dimensi sehingga menyerupai kue karna itu disebut pie diagram.Grafik lingkaran digunakan untuk membandingkan secara relatif kategori-kategori dalam satu variable.
3.Grafik Garis
            Grafik garis merupakan Penyajian data dalam bentuk garis.Agar lebih jelas maka disini akan diberikan contoh contoh grafik garis.
-Grafik garis proporsional
Grafik ini merupakan grafik garis yang dinyatakan dalam persen.Seperti pada grafik batang proporsional,grafik garis proporsional juga dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan beberapa variable atau perubahan satu variable yang terjadi dengan berjalannya waktu.
-Grafik Frekuensi kumulatif ( Ogive)
Ogive dihasilkan dari data frekuensi disrtibusi kumulatif dan digunakan untuk mengetahui posisi individu dalam suatu kelompok.
-Grafik Garis Patah Patah
            Grafik ini banyak dijumpai pada garfik deret berkala yang digunakan untuk mengetahui perubahan yang terjadi dengan berjalannya waktu.
-Grafik Garis lengkung
            Kurva merupakan grafik yang dihasilkan secaera teoriti.Dalam praktiknya kurva yang adda merupakan hasil penghalusan.Bentuk kurva bermacam macam,secar garis besar dapat dibagi:
-Berdasarkan simetrisitas
1.Kurva simetris
2.Kurva asimetris


-Berdasarkan tinggi puncak
1.Kurva normal ( mesokurtik)
2.Kurva leptokurtik
3.Kurva Platikurtik
-Berdasarkan jumlah puncak
1.Kurva unimodal
2.Kurva bimodal
3.Kurva multimodal
-Berdasarkan bentuk
1.Kurva bentuk J
2.Kurva bentuk L

 4.Diagram Pencar ( Scattered Diagram )
            Grafik pencar dihasilkan dari titik koordinat dan merupakan grafik korelasi atau kecendrungan karena digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang berpasangan.
-Gafik korelasi sempurna
-Tidak mempunyai korelasi
5.Grafik Model
            Grafik ini berbentuk batang yang menyerupai bentuk aslinya.Grafik model banyak digunakan untuk member penerangan kepada masyarakat.Misalnya untuk menggambar jumlah penduduk maka digambar bentuk orang.Grafik ini harus dibuat sedemikian rupa agar menarik perhatian orang.

6.Grafik Peta ( Map Diagram )
            Grafik ini berupa peta,biasa terdapat pada instansi yang mempunyai wilayah kerja,seperti puskesmas,desa dan kecamatan.Grafik ini digunakan untuk mengetahui hal hal berikut:
-Batas desa
-Lokasi
-Letak suatu produksi daerah
-Dll
selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan dan lain lain.
B.Jenis Jenis Cara Penyajian Data
1.Penyajian Data Dalam Bentuk  Tulisan (Textular Presentation)
            Penyajian dalan bentuk tulisan sebenarnya merupakan gambaram umum tentang kesimpulan hasil pengamatan.Dalam bidang kedokteran,penyajian dalm bentuk tulisan hanya digunakan untuk memberikan informasi.
            Penyajian dalam bentuk tulisan banyak digunakan dalam bidang sosial,ekonomi,pssikologi dan lain laindan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif.Misalnya,untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk yang telah dipasarkan atau penerimaan,pendapat serta kepercayaan masyarakat terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan pada manyarakat atau keberadaan petugas kesehatan yang terdapat didaerah.

Contoh
Seorang direktur sebuah rumah sakit memberikan informasi tentang kondisi rumah sakit yang dipimpinnya.
“Penderita yang menjalani rawat inap dirumah sakit ini jumlahnya meningkat dari tahun ketahun hingga tidak tertampung dan sebagian besar terdapat dibagian penyakit dalam.Dengan semakin banyak penderita yang menjalani rawat inap menunjukkan bahwa pelayanan yang kita berikan sudah cukup memadai.Yang masih harus kita tingkatkan adalah penambahan gedung dan sarana ynag dibutuhkan seperti tempat tidur,terutam dibagian penyakit  dalam”
2.Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel (Table Persentation)
            Penyajian dalam bentuk tabel merupakan penyajian data dalam bentuk angka yang disusun secara teratur dalam bentuk kolom dan baris.Penyajian dalam bentuk tebel banyak digunakan pada penuilsan laporan hasil penelitian dengan maksud agar orang mudah memperoleh gambaran rinci tentang hasil penelitian yang telah dilakukan.Suatu tabel yang lengkap terdiri dari :
-Nomor tabel
Bila tabel yang disajikan lebih dari satu makna hendaknya diberi nomor agar mudah untuk mencari kembali bila dibutukan.Nomor tebel biasanya ditempatkan diatas sebelah kiri sejajar denga judul tabel.
-Judul Tabel
Setiap tabel yang disajikan harus diberikn judul karena dari judul tabel orang dapat mengetahui tentang apa yang disajikan.
-Catatan Pendahuluan
Catatan pendahuluan biasanya diletakkan dibawah judul dan berfungsi sebagai keterangan tambahan tentang tahun pembuatan tabel atau jumlah pengamatam yang dilakukan.
-Badan Tabel
Badan atbel terdiri dari judul kolom,judul baris,judul kompartemen dan sel.
-Catatan kaki
Catatan kaki dimaksudkan untuk memberi keterangan terhadap singkatan atau ukuran yang digunakan.Bisanya dengan member tanda yang sesuai dengan tanda yang terdapat dikanan atas singkatan yang digunakan.Tanda yang biasanya dapat berupa  *x dan lain lain.Catatan kaki diletakkan dibawah kiri tabel.
-Sumber Data
Sumber data diletakan dibagian kiri bawah(dibawah catatan kaki),sumber ini mempunyai arti penting bila data yang sajikan berupa data sekunder.






Contoh
Judul tabel
Catatan pendahuluan
Judul Kompartemen
Judul
Jumlah










Catatan kaki    :
Sumber            :
Jenis Jenis Tabel
*      Berdasarkan fungsinya
1.Tabel Sinopsis
Tabel ini berisi semua variable yang akan dikumpulkan dan ditulis dalam koloman baris dengan urutan yang sama.Contoh:
Variabel Variabel dalm suatu penelitian yang akan dikumpulkan adalah sbk:
-Tingkat pendidikan
-Jenis pekerjaan
-Jumlah anak
-Pertolongan persalinan
Tabel sinobsis

1
2
3
4
1




2




3




4





2.Tabel Induk
            Tabel ini berfungsi sebagai referensi.Oleh karena itu,tabel induk sering disebut tabel referensi yang dapat diambil sebagian dan disisipkan dalam laporan penulisan laporan.Pada tabel induk terddapat semua variable yang dikumpulkan.
Tabel Induk
Golongan
umur
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Pendidikan
Dsb
Pria
Wanita
Buruh
Tani
Dagang
SD
SMP
SMU










Jumlah










3.Tabel Teks
Tabel teks adalah tabel yang menggambarkan beberapa variable secara rinci.Tabel ini berguna untuk mengadakan pembahasan lebih mendalam terhadap hasil penelitian,mengadakan perbandingan antar variable atau untuk memberikan gambaran tentang adanya hubungan antara dua variable.
Tabel Teks
Tingkat
Pendidikan
Jenis Pekerjaan
Buruh
Tani
Dagang
Pengusaha
Tidak sekolah
SD
SMP
SMU
Perguruan Tinggi
Lain Lain




Jumlah





4.Tabel Kontigensi
            Tabel kontigensi Disusun berdasarkan banyaknya baris dan kolom.Tabel ini disajikan untuk memberikan gambaran hasil penelitian.Tabel ini juga banyak digunakan dalam perhitungan statistic inferensial untuk pengujian hipotesis.
Contoh.
Tabel 2 x 2
Tabel 2 x 3
*      Berdasarkan Penyusunan Judul Baris
1.Penyusunan Judul Baris menurut abjad
            Tabel yang disusun menurut abjad dimaksudkan untuk memudahkan pencarian kembali tabbel yang dibutuhkan.Oleh karena itu,tabel ini banyak terdapat paa tabel induk.
2.Penyusunan Judul Baris Menurut Geografis
            Tabel ini bertujuan untuk mengetahui keadaan berbagai daerah .Oleh karena itu, tabel yang disusun menurut geografis banyak dikeluarkan oleh instansi pemerintah seperti:Biro Pusat Statistik.
3.Penyusunan Tabel Berdasarkaan Perkembang Waktu
            Tabel ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi bersamaan berjalannya waktu.Perkembangan tersebut dapat berupa perubahan alami atau perubahan yang disebabkan oleh intervensi manusia.
Contoh: Jumlah akseptor KB didaerah A 1990 -1994
Tahun
Jumlah akseptor
1990
1991
1992
1993
1994
245
267
578
498
324
Jumlah
2.012

4.Penyusunan Tabel Berdasarkan Besarnya Angka
            Penyusunan angka dapat dilakukan dari angka terkecil sampai angka terbesar atau sebaliknya.
Contoh Distribusi Penyakit Menurut Jenis Kelamin
Jenis Penyakit
Jumlah
Jenis Kelamin
Pria
Wanita
Saluran napas
Saluran pencernaan
Penyakit kulit
Penyakit mata
825
730
245
100
415
400
200
85
410
330
54
15
Jumlah
2089
1260
829
           
5.Penyusunan Berdasarkan Kelaziman
Penyusunan tabel ini didasarkan pada kelaziman.Oleh karena itu tidak terdapat ketentuan yang baku.
6.Penyusunan Berdasarkan Tingkatan
            Misalnya,penyusunan tingkat pendidikan diawali dari pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi.


3.Penyajian Data DalamBentuk Grafik ( Grafical Or Diagram Presentation)
Grafik merupakan salah satu bentuk penyajian data statistik yang banyak dilakukan dalam berbagai bidang,termasuk bidang kedokteran karna penyajian dalam bentuk grafik lebih menarik dan mudah dipahami.
·         Manfaat Grafik
Penyajian dalam bentuk grafik bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut:
Ø  Membandingkan beberapa variable,beberapa kategori dalam variable atau satu variable pada  waktu dan tempat yang berbeda.
Ø  Meramalkan perubahan yang terjadi dengan berjalan nya waktu ( time series )
Ø  Mengetahui adanya hubungan dua variable atau lebih.
Ø  Memberikan penerangan pada masyarakat.

·         Macam Macam Grafik
1.Grafik Batang (Bar diagram)
Yang dimaksud grafik batang adalah grafik yang berbentuk batang yang penilaiannya dilakukan berdasarkan tinggi batang.Grafik batang dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan beberapa variable dalam waktu dan tempat yang sama atau satu variable dalam waktu dan tempat yang berbeda.


-Histogram
Histogram merupakan grafik batang yang disusun secara teratur dan berimpitan satu dengan yang lainnya tanpa ruang antara.Grafik ini diperoleh dari data kuantitatif yang kontinu dalam bentuk distribussi frekuensi.



-Poligon
            Bila titik titik tengah dari batang ddalam histogram dihubungkan sattu dengan yang lainnya akan menghasilan frekuensi histogram.

2.Grafik Lingkaran
Grafik lingkaran merupakan grafik yang disajikan dalam bentuk lingkaran. Lingkaran dapat digambar dalam 3 dimensi sehingga menyerupai kue karna itu disebut pie diagram.Grafik lingkaran digunakan untuk membandingkan secara relatif kategori-kategori dalam satu variable.
3.Grafik Garis
            Grafik garis merupakan Penyajian data dalam bentuk garis.Agar lebih jelas maka disini akan diberikan contoh contoh grafik garis.
-Grafik garis proporsional
Grafik ini merupakan grafik garis yang dinyatakan dalam persen.Seperti pada grafik batang proporsional,grafik garis proporsional juga dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan beberapa variable atau perubahan satu variable yang terjadi dengan berjalannya waktu.
-Grafik Frekuensi kumulatif ( Ogive)
Ogive dihasilkan dari data frekuensi disrtibusi kumulatif dan digunakan untuk mengetahui posisi individu dalam suatu kelompok.
-Grafik Garis Patah Patah
            Grafik ini banyak dijumpai pada garfik deret berkala yang digunakan untuk mengetahui perubahan yang terjadi dengan berjalannya waktu.
-Grafik Garis lengkung
            Kurva merupakan grafik yang dihasilkan secaera teoriti.Dalam praktiknya kurva yang adda merupakan hasil penghalusan.Bentuk kurva bermacam macam,secar garis besar dapat dibagi:
-Berdasarkan simetrisitas
1.Kurva simetris
2.Kurva asimetris


-Berdasarkan tinggi puncak
1.Kurva normal ( mesokurtik)
2.Kurva leptokurtik
3.Kurva Platikurtik
-Berdasarkan jumlah puncak
1.Kurva unimodal
2.Kurva bimodal
3.Kurva multimodal
-Berdasarkan bentuk
1.Kurva bentuk J
2.Kurva bentuk L

 4.Diagram Pencar ( Scattered Diagram )
            Grafik pencar dihasilkan dari titik koordinat dan merupakan grafik korelasi atau kecendrungan karena digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang berpasangan.
-Gafik korelasi sempurna
-Tidak mempunyai korelasi
5.Grafik Model
            Grafik ini berbentuk batang yang menyerupai bentuk aslinya.Grafik model banyak digunakan untuk member penerangan kepada masyarakat.Misalnya untuk menggambar jumlah penduduk maka digambar bentuk orang.Grafik ini harus dibuat sedemikian rupa agar menarik perhatian orang.

6.Grafik Peta ( Map Diagram )
            Grafik ini berupa peta,biasa terdapat pada instansi yang mempunyai wilayah kerja,seperti puskesmas,desa dan kecamatan.Grafik ini digunakan untuk mengetahui hal hal berikut:
-Batas desa
-Lokasi
-Letak suatu produksi daerah
-Dll

Senin, 28 September 2015

Tugas Statistik UEU

Pentingnya Himpunan Data dalam Statistika



1. Pengertian Data
Data dalam statistika mengandung pengertian kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka, yang berfungsi untuk mengetahui suatu jumlah objek yang ingin diketahui. Misalnya : kumpulan bahan keterangan mengenai julmlah siswa (ditinjau dari jenis kelamin, dari tingkat atau kelasnya, ditinjau dari status sosial orang tuanya, agama yang dianut pada suatu desa, kumpulan keterangan mengenai kesehatan masyarakat pada kecamatan, dan jumlah pengangguran pada satu provinsi.
2. Jenis Pengelompokan data
Data dapat dikelompokkan, antara lain, menurut sifat, sumber, cara memperoleh, dan waktu pengumpulan.
Data menurut sifatnya:

  • Data kualitatif adalah data yang tidak membentuk angka (nonnumeris). Misalnya jumlah warga pengidap penyakit ispa akibat kabut asap meningkat, biayapengobatan di rumah sakit meningkat dan lain sebaginya.
  • Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Misalnya 10 orang anak kelas satu mendapatkan beasiswa pendidikan.

  •  Data Kontinyu adalah data statistik yang angka- angkanya merupakan deretan angka yang sambung menyambung yang bisa menggunakan angka pecahan. Misalnya: data statistik tinggi loncatan (dalam ukuran cm): 150, 150,1- 150,2, 150,3dst.

  •  Data Diskrit adalah data yang tidak memungkinkan berbentuk pecahan. Contoh: data statistik tentang jumlah anggota keluarga (dalam satuan orang) 1,2, 3, 4 dst

Data menurut sumbernya:
Data menurut sumbernya, mengacu pada sumber perolehan data, yakni:

  •  Data internal adalah data yang bersumber dari keadaan atau kegiatan suatu organisasi atau kelompok. Misalnya : data siswa yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, data penjualan dll.

 Data eksternal adalah data yang bersumber dari luar suatu organisasi atau kelompok.
Data menurut cara memperolehnya:

  •  Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan langsung dari objeknya. Misalnya: suatu kecamataningin mengetahui data pribadi lengkap semua masyarakatnya.

  • Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk jadi telah diolah oleh pihak lain, yang biasanya bentuk publikasi.

Data menurut waktu memperolehnya:

  •  Data cross section adalah data yang dikumpulkan dalam suatu periode tertentu. Yang biasanya menggambarkan keadaan dan kegiatan pada periode tersebut.

  •  Data berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan dari waktu ke waktu. Data ini juga sering disebut data historis.

Data menurut cara menyusunnya:

  • Data nominal adalah data statistik yang cara menyusun angkanya didasarkan atas penggolongan atau klasifikasi tertentu

  • Data Ordinal adalah data statistik yang cara penyusunannya berdasarkan urutan kedudukan atau rangking.

  • Data Interval adalah data statistik dimana terdapat jarak yang sama diantara hal- hal yang sedang diselidiki.

Data menurut bentuk angkanya:

  •  Data tunggal adalah data statistik yang angka- angkanya tidak dikelompokkan

  •  Data kelompok adalah data statistik yang tiap- tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka.

3. Cara Pengumpulan Data
Sebelum pengumpulan data dilakukan, terlebih dahulu harus diketahui untuk apa data tersebut dikumpulkan. Apapun tujuan pengumpulan data, terlebih dahulu harus diketahui jenis elemen atau objek yang akan diselidiki. Elemen adalah objek terkecil dari objek penelitian. Elemen atau unit terkecil dapat berupa orang (mahasiswa, guru, pegawai, pedagang dll), organisasi atau badan usaha (departemen, sekolah/ universitas, kecamatan, rumah tangga dsb), atau barang (kendaraan, mesin, gedung dsb).
Tujuan pengumpulan data, selain untuk mengetahui jumlah elemen, juga untuk mengetahiu karakteristik dari elemen- elemen tersebut. Karakteristik adalah sifat- sifat atau ciri atau hal- hal yang dimiliki oleh elemen, yaitu semua keterangan mengenai elemen. Contoh, jika elemen yang dimaksud adalah sebuah universitas maka yang karakteristik yang diperlukan adalah mahasiswa, jumlah dosen, dan banyaknya fakultas.
Variabel atau peubah ialah sesuatu yang nilainya dapat berubah atau berbeda. Nilai karakteristik suatu elemen merupakan nilai variabel. Biasanya untuk menunujukkan suatu variabel dipergunakan huruf latin (X, Y, Z) atau Yunani dan lain sebagainya.
Populasi adalah kumpulan dari seluruh elemen sejenis tetapi dapat dibedakan satu sama lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya nilai karakteristik yang berlainan. Misalnya guru disebuah sekolah. Walaupun jenisnya sama namun karakteristiknya secara keseluruhan kan berlainan. Misalnya umur, pendidikan, masa kerja, jumlah gaji dan lain sebagainya.
Untuk menunjukkan banyaknya elemen populasi kita berikan notasi N.
Sampel adalah sebagian dari populasi. Jika n adalah jumlah elemen sampel dan N adalah jumlag elemen populasi, maka n< N (n lebih kecil dari N). Istilah lain dari sampel adalahcontoh.
1. Prinsip Pengumpulan Data Statistik
a. Lengkapnya data
Dalam pengumpulan data kita harus mengumpulkan data selengkap mungkin, bukan mengumpulkan data sebanyak mungkin, sebab data yang banyak belum menjamin data yang ada cukup lengkap.
b. Tepatnya data
Prinsip kedua ialah, data yang dihimpun hendaknya merupakan data yang tepat, yakni tepat dalam hal:
  • Jenis atau macam datanya;
  • Waktu pengumpulannya
  •  Kegunaan atau relevansinya sesuai dengan tujuan pengumpulan data atau tujuan penelitian, maupun
  • Alat atau instrumen yang dipergunakan untuk menghimpun data
c. Kebenaran data yang dihimpun
Data yang dihimpun hendaklah data yang benar- benar dipercaya atau dapat dijamin akan kesahihannya. Ini mengandung pengertian bahwa disamping data itu merupakan data yang benar (bukan data yang palsu atau dapat dipalsukan), juga merupakan data yang bersumber dari pihak yang memang berkompeten untuk dimintaidatanya.
2. Cara Mengumpulkan data Statistik  
Ditinjau dari segi luasnya elemen yang menjadi objek penelitian, pengumpulan data statistik kependidikan dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu: sensus dan Sampling.
a. Sensus
Sensus ialah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. Dengan kata lain sensus adalah pencatatan data dengan secara menyeluruh terhadap elemen yang menjadi objek penelitian tanpa terkecuali. Kumpulan dari seluruh elemen itu lazim disebut populasi atau universe. Jadi, pengmpulan data secara sensus objek penelitiannya disebut dengan populasi.
Keuntungan: hasil yang diperoleh merupakan nilai karakteristik yang sebenarnya (true value) karena sasaran penelitian mencakup seluruh objek yang berada dalam populasi
Kelemahan : sensus merupakan cara pengumpulan data yang banyak memakan waktu, tenaga, biaya dan peralatan.
b. Sampling
Sampling ialah cara pengumpulan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecilsaja dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. Dengan cara sampling ini, hasil yang diperoleh adalah nilai karakteristik perkiraan (estimate value) saja, dan atas dasar nilai karakteristik perkiraan yang diperoleh dari sampel itu, kita dapat memperkirakan nilai sesungguhnya dari populasi yang sedang kita teliti. Sampel yang kita ambil haruslah yang representatif, agar mendapatkan nilai yang baik.
Kebaikan : pekerjaan pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan waktu, tenaga, biaya dan alat yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan sensus.
Kelemahan : jika sampel tersebut tidak bersifat repsentatif, maka kesimpulan yang dikenakan terhdap populasi tidak sesuai dengan kenyataan yang terdapat dalam populasi
Cara menghimpun data statistik dengan jalan sampling itu juga dikenal dengan istilahSample Survey Method.
Jika ditinjau dari segi bentuk pelaksanaan kegiatan pengumpulan datanya, pengumpulan data statistik kependidikan dapat berbentuk:
a. Pengamatan mendalam (systematic observation), yaitu pengamatan terhadap objek yang akan dicatat datanya, dengan persiapan yang matang, dilengkapi dengan instrumen tertentu.
b. Wawancara mendalam (systematic interview), yaitu pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan secara lisan, dan pertanyaan yang diajukan dalam wawancara itu telah dipersiapkan secara tuntas, dilengkapi dengan instrumennya.
c. Angket, yaitu cara pengumpulan data berbentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan.
d. Pemeriksaan dokumentasi (studi dokumenter), dilakukan dengan meneliti bahan dokumentasi yang ada dan mempunyai relevansi dengan tujuan pendidikan.
e. Tes, seperti: tes hasil belajar, tes kepribadian, tes kecerdasan, tes minat dan perhatian, dan sebagainya.
4. Syarat- syarat Data yang Baik
Data yang salah, apabila digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan, akan menghasilkan keputusan yang salah. Persyaratan data yang baik, antara lain objektif, representatif (mewakili), memiliki kesalahan baku yang kecil, tepat waktu dan relefan.
Objektif. Berarti data harus sesuai dengan kenyataan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (as it is).
Representataif (mewakili). Data harus mewakili objek yang diamati.
Kesalahan baku (standard error) kecil. Suatu perkiraan (estimate) dikatakan baik (mempunyai tinbgkat ketelitian yang tinggi) apabila kesalahan bakunya kecil.
Ketiga standar data diatas sering disebu sebagai standar data yang dapat diandalkan (reliable). Sedangkan kedua syarat berikut lebih menunjukkan manfaat atau keguanaannya, yaitu:
Tepat waktu. Apabila data akan dipergunakan untuk melakukan pengendalian atau evaluasi, maka syarat tepat waktu ini penting sekali agar sempat dilakukan penyesuaian atau koreksi sepenuhnya kalau ada kesalahan atau penyimpangan yang terjadi di dalam implementasi suatu perencanaan.
Relevan. Data yang dikumpulkan harus ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan. Misalnya, pemerintah mengetahui faktor- faktor yang menyebabkan banyaknya anak yang putus sekolah.

Minggu, 30 Desember 2012

STORY LOVE







Banyak kisah-kisah cinta diriku yg kala sedih dan duka. aku mau tanya nih. tujuannya CINTA sama seseorang apa sih ?  banyak orang bilang, CINTA itu cuma bikin GALAU, sakit hati, nangis, putus asa. tapi, kalo menurut aku sendiri sih, CINTA itu indah. emang sihh kadang bikin NGEKINN hati. tapi, dengan adanya CINTA, hidup tuh semakin BERWARNA. So.. inti dari CINTA adalah, saling SHARING, PENGERTIAN, KASIH SAYANG. yg menurut tepat bgt sih menurut aku adalah "MENCARI KEBAHAGIAAN" bener gak ? (iya gitu !!!). ohh iya ada yg aku pengen tanya juga nih sama blogger's. kalo misalkan kalian punya PACAR nih. kalian sayang banget, cinta banget, pengertian banget, care banget, selalu ada buat dia banget, Pokonya BANGET-BANGET. tapi semua pengorbanan kalian ke pacar ituh kaya PARFUM. tau kan maksudnya.maksudnya itu (kalian di pake kalo lagi di butuhin doang) sakit gak blogger's. apalagi di saat si pacar lagi ada masalah, pasti kita akan support dia, kasih motivasi. pasti kan. tapi, kita tuh di DUA-in sama sahabat dia. gmn rasanya. padahal BANGET-BANGET buat dia semua. tapi, selalu pentingin SAHABAT. aku sekarang ngerasa gitu blogger's. selalu di keduain dari SAHABAT. padahal yahh, waktu dia sakit aku selalu dateng. yaa biar kata cuma bawa KELENGKENG 1kg. tapi kan yg penting bebawaan. ehh giliran diriku sakit, dia mahh kaga dateng. bukan ngarepin kelengkengnya, tapi PERHATIANNYA. (di kasih juga gak nolak sih) jadi, menurut para blogger's gimana nih tentang rasanya di DUA-in sama sahabat pacar sendiri. apakah kita harus tetap BERSABAR, apa kita harus bilang WoW Nih, apa kita lapor POLISI (emang nyambung ?)
Sekian Ya KAWAN. Mohon maaf apabila ada kesamaan cerita, berati kita SENASIP.
Wassalamu'Alaikum.

Kamis, 07 Juni 2012

trik hipnotis yg gampang di coba

sebenernya semua orang bisa menghipnotis. enggak ada syarat apa2x kok, cuma percara diri aja kalo anda bisa menghipnotis seseorang. ok this is

frist step: katakan pd yg mau di hipnotis (rileks tidak tegang, bayangkan diri anda ada di dalam sebuah lift dgn warna hitam putih. warna nya itu bergerak terus terus dan terus bergerak semakin bergerak semakin anda mengantuk.

secound step:kata2x selanjutnya katakan pd dia (bayangkan lift yg anda naiki ini turun dari lantai 20 ke lantai 1, semakin anda turun semakin anda mengantuk)

three step:lalu anda mulai menghitung mundur kepada yg di hipnotis (20(jeda 3 detik)19...18...17...16...15...14...(anda semakin mengantuk)13...12...11...(semakin anda mencoba bergerak semakin anda mengantuk)10...9...8...7...6...(anda mencoba bergerak namun anda sangat2x mengantuk)5...4...(ketika sampai di lantai 3 diri anda tidak bisa di gerakan lagi)3...2...1)

selanjutnya lo kasih dah tuh pertanyaan2x yg lo mau ok selamat mencoba all

NB: hipnotis ini ketika anda berbuat kejahatan yg di hipnotisnya pasti akan bangun contoh anda meminta HP kpd dia pasti dia akan bangun.
jika tidak berhasil mungkin anda perlu terus2x berlatih.
caara banguninnya katakan gini(dengan hitungan ketiga diri anda akan terbangun 1...2...3)

Jumat, 11 November 2011

NASEHAT

Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan

================================================

Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

================================================

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

================================================

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

================================================

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

================================================

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

================================================

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

================================================

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

================================================

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

================================================

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

================================================

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

================================================

Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

================================================

Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci

================================================

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

================================================

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

================================================

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

================================================

Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat

================================================
post by : ASROF HANAFI